#MustGoIndonesia Buah Pampakin, Sekalinya Mencoba Langsung Jatuh Cinta

Sebenarnya, mencicipi buah Pampakin di Kalimantan Selatan ini merupakan momen yang tak disengaja. Berawal dari rencana long trip sekaligus perkenalan ke keluarga besar partner traveler saya, Yugo, saya juga berkesempatan untuk menjelajah wisata Kalimantan Selatan untuk pertama kalinya. By the way, Yugo memang asli Banjarmasin. Hampir semua keluarganya tinggal di sana.

buah pampakin
Buah Pampakin by Tiranniaa

Untuk menuju ke Banjarmasin, saat ini sudah terdapat beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute ke sana. Dari Yogyakarta misalnya, terdapat tiga penerbangan setiap harinya dari dua maskapai yang berbeda. Di beberapa kota di pulau Jawa juga melayani penerbangan langsung ke Banjarmasin, seperti Jakarta dan Surabaya misalnya. Harganya pun tidak sampai satu juta untuk sekali penerbangan. Pengalaman pertama, malah terbang dari Bali kemudian transit melalui Surabaya, kemudian dilanjutkan ke Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Setibanya di Banjarmasin, saya langsung disuguhkan beberapa kuliner khas daerah tersebut. Ada salah satu buah yang selalu saya bayangkan sepanjang perjalanan, ialah buah Pampakin atau buah Lai kebanyakan orang menyebutnya, buah khas Kalimantan Selatan. Buah ini sempat diceritakan Yugo beberapa waktu sebelum saya menginjakkan kaki di Kalimantan.

Buah ini cukup susah dicari, tumbuhnya pun terbatas di beberapa daerah saja. Paling umum ditemui di sepanjang pulau Kalimantan.  Sama seperti Durian, panenannya musiman. Di mana saat panen Durian, maka otomatis juga tiba panen Pampakin.

Ah, jadi makin tak sabar untuk segera mencobanya!

Meskipun sebenarnya Durian dan Pampakin memiliki ordo, famili dan genus yang sama, tapi spesiesnya berbeda. Buah Pampakin atau umumnya disebut buah Lai mempunyai nama spesies D. kutejensis, sedangkan Durian memiliki nama spesies D. zibethinus.

buah asli kalimantan

Buah Pampakin sepintas, dilihat dari luar, buah ini seperti buah Durian pada umumnya. Namun, dari rasa dan warnanya tentu sedikit berbeda dengan buah Durian. Perbedaannya, buah Durian berwarna kuning pucat, sedangkan buah Pampakin cenderung berwarna kuning oranye dan lebih gelap.

Selain itu dari segi rasa, buah Pampakin bisa dijadikan sebagai alternatif bagi yang tidak suka dengan bau buah Durian yang menyengat. Jika Durian akan memberikan efek pusing dan semacamnya jika dikonsumsi berlebihan, justru buah Pampakin bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak karena tidak mengandung kadar alkohol yang tinggi.

Sejauh ini, buah pampakin baru saya temui di daerah Kalimantan dan belum pernah saya temui di daerah lainnya, seperti di pulau Jawa misalnya. Pertemuan (dan memakannya) kali pertama tersebut, membuat saya langsung tergoda dan jatuh cinta dengan Pampakin. Salah satu buah yang benar-benar menggugah selera saya.

Jika kamu sedang menjelajah pedalaman Kalimantan, jangan lupa mencicipi selesar buah langka ini ya, dijamin bakalan ketagihan. Nikmati juga sensasi memanjat pohon Pampakin jika kamu berkesempatan menemuinya di hutan Kalimantan.

***

Cerita ini merupakan pengalaman pribadi saya. Saya berharap dengan adanya cerita ini, beberapa orang akan tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang layak dikunjungi karena keanekaragamannya, khususnya kuliner Nusantaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *