#MustGoIndonesia Wisata Anti Mainstream Lumpur Panas Lapindo

Berawal sejak musibah kebocoran pengeboran gas alam yang terletak di Porong Kabupaten Sidoarjo tahun 2006 lalu,  kemudian menjelma menjadi salah satu bencana nasional. Akibatnya, 16 desa di tiga kecamatan terendam lumpur dengan tinggi enam meter. Lebih dari 25.000 jiwa harus diungsikan, serta lebih dari 600 hektare tanah dengan 1810 rumah, 18 sekolah, dua kantor, 15 pabrik, 15 masjid dan mushola.

Semburan lumpur panas Lapindo tersebut hingga kini pun tak kunjung reda, sudah lebih dari 11 Tahun musibah ini tak menampakan akhirnya malah kini setiap musim penghujan luapan lumpur panas tersebut semakin menjadi dan bahkan menenggelamkan rel kereta api jalur nasional yang berada di samping tanggul pembatan luapan lumpur tersebut.

lumpur panas lapindo
Photo By Hendy Wicaksono

Selalu ada hikmah dibalik musibah,  setelah bertahun-tahun direndam lumpur bercampur gas kini kawasan Wisata Bencana Lumpur Panas menjadi salah satu destinasi wisata bagi siapa saja yang melintas dijalur Porong-Pasuruan,  tak hanya wisatawan lokal namun wisatawan mancanegara pun banyak yang mampir kekawasan wisata bencana tersebut sehingga secara tidak langsung sektor ekonomi masyarakat sekitar pun jadi hidup mulai menyediakan jasa ojek wisata berkeliling ke padang lumpur panas dan pusat semburan hingga penjual makan minum dikawasan tersebut.

Dalam memperingati bencana tersebut seorang seniman membuat karya berupa 110 patung manusia setinggi sekitar 2 meter. Patung-patung itu diletakkan di titik 21 tanggul lumpur. Mereka berbaris dengan tangan menengadah sambil memegang rongsokan peralatan rumah tangga yang dilumuri lumpur.

Jumlah 110 itu memiliki makna tersendiri bagi seniman pembuat patung, Dadang Christanto. Menurut dia, 110 patung itu bisa ditafsirkan dari berbagai aspek, tergantung siapa yang memaknainya. “Patung berbaris menunjukkan korban lumpur yang kehidupannya dulu sangat bermasyarakat, tapi sekarang tercerai-berai,” kata Dadang.  Kenapa foto ini layak menang dari pada foto lainnya adalah adanya cerita dibalik foto tersebut tentang bencana, perjuangan dan karya seni yang berpadu padan yang kemudian dibingkai dengan konsep levitasi atau teknik fotografi seolah-olah melayang yang menggambarkan tentang perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan bencana karena Selalu Ada Hikmah dibalik Sebuah Musibah.

One thought on “#MustGoIndonesia Wisata Anti Mainstream Lumpur Panas Lapindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *