#MustGoIndonesia Upacara Yadnya Kasada Bromo by Hery Rachmat

yadnya kasada bromo
Hery Rachmat Pahdeli-MustGoBudaya

 

Hallo guys!. Pasti belum banyak yang tau nih apa itu Upacara Adat Yadnya Kasada Bromo, kan? Nah itu tuh merupakan perayaan adat yang berasal dari daerah gunung Bromo Jawa Timur. Hari raya masyarakat Suku Tengger di wisata gunung Bromo yang notabene mayoritas didiami oleh umat hindu ini biasa disebut dengan Upacara Kasada. Gue beruntung banget bisa liat langsung acara kebudayaan khas tersebut. So excited!

Lokasi: Gunung Bromo, Jawa Timur РIndonesia.

Event: Upacara Adat Yadnya Kasada Bromo

Berawal dari legenda atau cerita rakyat masyarakat setempat yaitu legenda “Joko Seger dan Roro Anteng” yang bertapa dan berdoa untuk meminta anak kepada Sang Hyang Widhi, kemudian terkabullah permintaan tersebut dengan dianugerahinya pasangan suami istri tersebut dengan 21 anak.

Namun hal tersebut tidak dengan serta merta dikabulkan, Hyang Widhi mengajukan persyaratan bahwa anak yang telah terlahir harus dimasukkan kedalam kawah gunung Bromo sebagai persembahan atau sesaji.

Pada akhirnya anak terakhir dari Raden Joko Seger dan Roro Anteng bernama Raden Kusuma yang dikorbankan dan dilemparkan ke kawah. Kemudian setiap tahun masyarakat Tengger harus menyediakan persembahan sebagai ekspresi bersyukur kepada Tuhan atas berkat yang diberikan.

Raden Kusuma dikorbankan dirinya sebagai korban ke kawah Bromo untuk menjaga keamanan dan kemakmuran Tengger. Dari cerita tersebut kemudian diperingati menjadi adat istiadat masyarakat setempat sampai sekarang dengan mengganti sesaji dengan hasil ternak atau pertanian.

Upacara adat Yadnya Kasada Suku Tengger Bromo sendiri dilakukan pada setiap bulan Kasada hari ke 14 dalam penanggalan Hindu dengan mengadakan kegiatan sesaji atau persembahan untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur bagi penganut kepercayaan agama Hindu dimasyarakat suku Tengger.

Pada saat itu seluruh bagian umat Hindu Tengger beramai-ramai membawa sesaji berupa hasil ternak serta pertanian ke Pura Luhur Poten kemudian menunggu hingga tengah malam saat dukun ditasbihkan oleh tetua adat. Berikutnya, sesajen itu dibawa ke kawah Bromo untuk dilemparkan ke kawah sebagai simbol pengorbanan seperti halnya yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Bagi suku Tengger, sesaji tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas hasil ternak juga pertanian yang melimpah.

Selain diatas, upacara Yadnya Kasada suku Tengger bromo ini juga bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib dari setiap desa sekitar Gunung Bromo penganut agama Hindu. Sebelum Upacara Yadnya Kasada Bromo dilangsungkan, calon dukun dan tabib akan menyiapkan beberapa sesaji untuk dipersembahkan dengan cara melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Persembahan sesaji ini dilakukan beberapa hari sebelum upacara Yadnya Kasodo Bromo.

Dalam pengangkatan dukun dalam upacara yadnya kasada ini bukan asal-asalan, mereka juga harus melalui tes pembacaan mantra terlebih dahulu saat upacara Yadnya Kasada Bromo berlangsung sebelum dinyatakan lulus dan diangkat oleh tetua adat. Peran dukun atau tabib bagi masyarakat Tengger sangat kuat karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit juga masalah yang dialami oleh masyarakatnya.

Masyarakat Tengger dikenal sangat berpegang teguh pada adat istiadat terutama pada Upacara Yadnya Kasada Bromo. Keberadaan suku ini juga sangat dihormati oleh penduduk sekitar termasuk menerapkan hidup yang sangat jujur dan tidak iri hati.

Hal tersebut tak lepas dari asal mula suku Tengger yang diambil dari nama belakang Legenda “Rara Anteng dan Jaka Seger”. Keduanya membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger ini kemudian menamakannya sebagai “Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger”, berarti penduduk yang mendiami tanah pardikan Tengger dan memiliki hati budiman

Jika anda ingin menyaksikan Upacara Yadnya Kasada Bromo maka disarankan datang sebelum tengah malam karena ramainya persiapan para dukun dan masyarakat setempat. Dan biasanya Upacara besar Nyadnya Kasada atau Kasodo ini diadakan pada bulan Agustus-September pada saat bulan purnama.

Nah jadi gitu guys, keanekaragaman budaya Indonesia emang banyak banget. Semoga info yang gue berikan bermanfaat untuk menambah pengetahuan kalian ya tentang budaya di Indonesia.

Sudah sangat jelas sekali terlihat keanekaragaman budaya Indonesia didala foto ini. Terlihat saling bertoleransi terhadan satu sama lainnya, tentang bagaimana menghargai budaya masing-masing. Berprinsip pada Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Saya sendiri telah menjadi saksi bahwa toleransi dalam berbudaya kita di Indonesia tercerminkan melalui Upacara ini, mulai dari latar belakang masing-masing orang yang berbeda sampai masyarakatnya yang cinta damai. Saya rasa foto ini telah mempresentasikan salah satu yang unik dari sekian banyak kebudayaan di Indonesia yang tercerminkan didalam foto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *